Jumat, 16 Mei 2014

KAYU MASUK MEI


Nama Perusahaan : PT. MUTIARA KATULISTIWA

Tgl Masuk: 12/5/2014
Alamat Perusahaan : JL. MENUKAN 239 YOGYAKARTA
Tgl Data 14/05/14
No. Telp

: 0274 - 377956



Total          : 19.9404 M3
No. Fax

: 0274 - 377956





227 BTG
No Hp

: 0877-3873-3239



No Kont    : SRLU 967626-7





0858-7876-7079

























NO UKURAN (M3)
NO UKURAN (M3)
NO UKURAN (M3)
P L T
P L T
  P L T
1 230 16 15 0.0552
36 120 26 24 0.0749
71 120 23 22 0.0607
2 240 18 17 0.0734
37 110 22 18 0.0436
72 120 16 13 0.0250
3 100 37 18 0.0666
38 150 18 17 0.0459
73 110 25 18 0.0495
4 110 22 20 0.0484
39 110 22 18 0.0436
74 130 23 19 0.0568
5 160 20 18 0.0576
40 130 15 14 0.0273
75 170 20 17 0.0578
6 140 20 19 0.0532
41 120 20 17 0.0408
76 140 21 19 0.0559
7 130 21 19 0.0519
42 120 23 21 0.0580
77 120 20 16 0.0384
8 130 17 10 0.0221
43 160 20 18 0.0576
78 120 19 17 0.0388
9 130 32 24 0.0998
44 150 19 18 0.0513
79 130 16 16 0.0333
10 140 17 13 0.0309
45 120 33 31 0.1228
80 150 20 17 0.0510
11 110 19 16 0.0334
46 170 19 16 0.0517
81 140 22 16 0.0493
12 150 16 15 0.0360
47 160 18 16 0.0461
82 140 18 14 0.0353
13 110 18 14 0.0277
48 110 21 17 0.0393
83 140 16 16 0.0358
14 160 17 13 0.0354
49 120 18 15 0.0324
84 160 17 17 0.0462
15 120 18 15 0.0324
50 110 17 14 0.0262
85 150 19 17 0.0485
16 110 24 18 0.0475
51 140 24 22 0.0739
86 220 23 20 0.1012
17 130 32 30 0.1248
52 100 25 14 0.0350
87 250 24 22 0.1320
18 120 40 33 0.1584
53 140 30 21 0.0882
88 250 20 18 0.0900
19 130 17 13 0.0287
54 140 30 25 0.1050
89 300 29 28 0.2436
20 130 22 17 0.0486
55 240 16 14 0.0538
90 260 29 20 0.1508
21 130 19 15 0.0371
56 170 18 17 0.0520
91 250 26 24 0.1560
22 110 16 15 0.0264
57 120 30 22 0.0792
92 240 23 18 0.0994
23 130 16 15 0.0312
58 110 29 19 0.0606
93 280 29 21 0.1705
24 130 20 18 0.0468
59 130 22 20 0.0572
94 250 21 19 0.0998
25 130 19 17 0.0420
60 140 21 18 0.0529
95 240 18 17 0.0734
26 100 17 15 0.0255
61 110 25 21 0.0578
96 230 21 21 0.1014
27 140 21 18 0.0529
62 160 18 14 0.0403
97 210 21 18 0.0794
28 140 19 18 0.0479
63 150 19 13 0.0371
98 190 17 13 0.0420
29 120 18 15 0.0324
64 150 17 15 0.0383
99 180 21 17 0.0643
30 110 17 16 0.0299
65 130 18 14 0.0328
100 200 17 12 0.0408
31 150 22 20 0.0660
66 160 19 18 0.0547
101 250 20 18 0.0900
32 120 21 18 0.0454
67 130 21 20 0.0546
102 210 22 17 0.0785
33 110 16 11 0.0194
68 110 21 15 0.0347
103 280 17 15 0.0714
34 110 16 11 0.0194
69 150 21 17 0.0536
104 240 16 16 0.0614
35 110 21 19 0.0439
70 140 21 20 0.0588
105 260 34 30 0.2652
TOTAL 1.6982
TOTAL 1.8815
TOTAL 2.8933





























































































































































































































NO UKURAN (M3)
NO UKURAN (M3)
NO UKURAN (M3)
P L T
P L T
P L T
106 250 34 28 0.2380
141 210 19 15 0.0599
176 190 19 18 0.0650
107 230 22 20 0.1012
142 190 17 16 0.0517
177 160 19 16 0.0486
108 260 23 19 0.1136
143 200 18 16 0.0576
178 210 33 26 0.1802
109 200 18 15 0.0540
144 160 19 15 0.0456
179 230 27 23 0.1428
110 210 21 16 0.0706
145 170 21 18 0.0643
180 210 39 35 0.2867
111 170 23 19 0.0743
146 220 18 15 0.0594
181 250 25 24 0.1500
112 210 16 15 0.0504
147 180 23 18 0.0745
182 210 29 21 0.1279
113 210 20 14 0.0588
148 210 19 17 0.0678
183 210 19 17 0.0678
114 210 22 19 0.0878
149 100 26 21 0.0546
184 200 22 19 0.0836
115 210 18 16 0.0605
150 130 28 21 0.0764
185 180 21 20 0.0756
116 270 24 20 0.1296
151 180 32 25 0.1440
186 260 24 20 0.1248
117 260 24 20 0.1248
152 190 22 18 0.0752
187 180 24 23 0.0994
118 250 22 20 0.1100
153 160 19 19 0.0578
188 210 22 17 0.0785
119 230 30 24 0.1656
154 140 28 23 0.0902
189 210 31 27 0.1758
120 140 24 24 0.0806
155 150 32 21 0.1008
190 180 27 23 0.1118
121 250 30 29 0.2175
156 140 31 26 0.1128
191 200 30 27 0.1620
122 160 18 15 0.0432
157 170 24 21 0.0857
192 270 25 20 0.1350
123 230 24 22 0.1214
158 160 32 23 0.1178
193 290 22 17 0.1085
124 170 27 20 0.0918
159 180 27 25 0.1215
194 170 37 35 0.2202
125 140 31 26 0.1128
160 180 23 22 0.0911
195 190 29 21 0.1157
126 160 28 24 0.1075
161 170 28 27 0.1285
196 170 32 24 0.1306
127 230 24 22 0.1214
162 210 38 25 0.1995
197 170 29 25 0.1233
128 190 16 14 0.0426
163 120 25 18 0.0540
198 160 31 26 0.1290
129 180 17 15 0.0459
164 160 16 15 0.0384
199 280 25 19 0.1330
130 140 14 14 0.0274
165 200 19 18 0.0684
200 310 24 20 0.1488
131 210 20 20 0.0840
166 200 22 20 0.0880
201 170 26 24 0.1061
132 150 23 20 0.0690
167 140 20 18 0.0504
202 290 23 18 0.1201
133 140 23 20 0.0644
168 160 17 16 0.0435
203 200 32 31 0.1984
134 190 21 18 0.0718
169 130 22 19 0.0543
204 180 29 24 0.1253
135 180 16 12 0.0346
170 170 23 21 0.0821
205 270 19 19 0.0975
136 180 16 14 0.0403
171 170 17 12 0.0347
206 300 23 20 0.1380
137 290 20 17 0.0986
172 170 19 19 0.0614
207 150 25 24 0.0900
138 240 38 30 0.2736
173 250 19 18 0.0855
208 200 31 23 0.1426
139 270 22 19 0.1129
174 200 22 19 0.0836
209 180 32 28 0.1613
140 180 16 14 0.0403
175 210 17 16 0.0571
210 270 30 29 0.2349
TOTAL 3.3409
TOTAL 2.7381
TOTAL 4.6384





























































































































































































































NO UKURAN (M3)
NO UKURAN (M3)
NO UKURAN (M3)
P L T
P L T
  P L T
211 300 23 23 0.1587
246        
281        
212 290 27 22 0.1723
247        
282        
213 310 22 22 0.1500
248        
283        
214 310 25 21 0.1628
249        
284        
215 300 20 19 0.1140
250        
285        
216 310 16 13 0.0645
251        
286        
217 310 25 23 0.1783
252        
287        
218 310 23 23 0.1640
253        
288        
219 320 17 15 0.0816
254        
289        
220 300 29 23 0.2001
255        
290        
221 280 28 25 0.1960
256        
291        
222 310 27 22 0.1841
257        
292        
223 310 21 20 0.1302
258        
293        
224 300 23 20 0.1380
259        
294        
225 290 25 19 0.1378
260        
295        
226 330 25 23 0.1898
261        
296        
227 250 41 32 0.3280
262        
297        
228       0.0000
263        
298        
229       0.0000
264        
299        
230       0.0000
265        
300        
231       0.0000
266        
301        
232       0.0000
267        
302        
233       0.0000
268        
303        
234       0.0000
269        
304        
235       0.0000
270        
305        
236       0.0000
271        
306        
237       0.0000
272        
307        
238       0.0000
273        
308        
239       0.0000
274        
309        
240       0.0000
275        
310        
241       0.0000
276        
311        
242       0.0000
277        
312        
243       0.0000
278        
313        
244       0.0000
279        
314        
245       0.0000
280        
315        
TOTAL 2.7500
TOTAL  
TOTAL  

Minggu, 11 Mei 2014

SERBA SERBI KUSEN

Serba Serbi Kusen


Kusen adalah merupakan rangka pintu atau jendela yang berfungsi untuk menggantungkan (memasang) daun pintu / jendela, maka konstruksi kusen harus kokoh.

Beberapa bentuk dan jenis kusen adalah :
1. Kusen Pintu

2. Kusen Jendela
3. Kusen Kaca Mati
4. DLL

Kusen biasanya terbuat dari kayu atau logam. Kusen kayu dapat memberi kesan tenang dan hangat dengan tekstur kayunya. Kusen kayu merupakan material yang amat baik sebagai sekat panas. Kusen kayu bisa diolah lagi antaralain dilapisi dengan cat atau dengan tekstur asli hanya di-plitur.



Kusen logam memiliki daya tahan yang relatif lebih kuat untuk jangka panjang. Kusen logam tidak akan lapuk bila terkena air atau digerogoti rayap. Kusen logam bisa terbuat dari alumunium, baja atau stainless steel. Namun, untuk penampilan rumah, kusen ini kurang indah karena terkesan kaku.



Kusen terdiri dari bagian tertentu:

1. Tiang (style).
2. Ambang (dorpel). Pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah, sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
3. Sponneng, yaitu tempat melekatkan daun pintu atau daun jendela.
4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk atau ditanam di dalam tembok. Bagian ini berfungsi untuk menahan gerakan kusen ke depan atau belakang.
5. Alur kapur, yaitu bagian dari tiang (style) yang diberi celah yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen ke depan atau belakang. Selain itu bagian ini juga berfungsi supaya jika terjadi penyusutan, kusen tidak jadi bercelah.
6. Angkur, yaitu bagian yang dipasang pada tiang (style). Bagian ini berfungsi untuk memperkuat melekatnya kusen pada tembok, serta untuk menahan gerakan daun pintu atau jendela.
7. Duk (neut), yaitu bagian yang dipasang pada tiang (style) di bagian bawah. Khusus untuk duk kusen pintu, fungsinya adalah untuk menahan gerakan tiang ke segala arah, dan untuk melindung tiang kayu terhadap resapan air dari lantai ke atas

Kamis, 08 Mei 2014

kelebihan dan keuntungan kayu jati untuk mebel

Bahan kayu jati untuk mebel banyak keuntungan dan kelebihannya

April 2, 2013
bahan kayu jatiApakah seperti yang sudah ditulis “manfaat dan keuntungan melalui penggunaan bahan terbuat dari kayu jati untuk produksi furniture jati yang kuat dan lebih tahan terhadap perubahan iklim Waterproof (tidak berakhir). Dan serat kayu solid Jika kita artikel rumah yang seperti yang akan. kursi tamu, lemari, jam hias, bangku, kursi teras, prasmanan dan lainnya untuk waktu yang lama juga dapat diteruskan kepada keturunan kita pernah digunakan Selain itu barang-barang rumah tangga semua di rumah,. memiliki rumah yang bagus dan menambahkan yang kuat.
Bahkan, barang-barang rumah tangga harga pasar jati tidak ada secara default, dan kadang-kadang barang-barang rumah tangga sedikit lebih mahal jati yang berbeda. Tetapi jika kita lebih hati-hati dan rumah tangga jati sepenuhnya perlekapan jauh lebih murah dan bahan fitting / kayu selain jati. Mari kita lemari pasar bandingka RP. 3800000 s / d Rp 7.000.000, sedangkan harga pasar dari lemari pintu 3 di jati / jati bervariasi dari Rp membuat doc. 2.900.00 b / d Rp 3,8 juta euro. Bahkan, seperti yang dinyatakan dalam harga di atas yang berguna untuk menggunakan, praktis melihat jati Mobile.
Hal ini dapat menjadi keras seperti lemari kayu bahwa sifat fisik dari meggalami modul perubahan Hanay lemari kayu imitasi untuk perubahan dalam penggunaan material kayu jati / jati doble pernah ada perubahan dalam bentuk blok / tekstur jati / jati ganda sama dengan di kayu.
Untuk lemari pengobatan
Blok di jati / jati doble harus berhati-hati untuk tidak genagan atau air atau udara lembab yang terkena, dan jika tidak ada kerusakan pada kerugian material biasanya permanen (bahan jati / jati doble) rusak, selain akhir. Tapi untuk ponsel tidak. Hanya satu perangkat agak membosankan dan bahkan jika sepemilij jarang dibersihkan. Jadi terkesan dengan keindahan struktur kabinet kayu terbuat dari kayu jati solid terlihat bagus, jika pasokan furniture jati membuat perbandingan pakaina, tapi itu tergantung pada bagaimana garasi furnitur garasi lemari kerja furnitur ketika proses selesai furniture jati, baik dan indah jati / doble, karena ketika blok bahan kulit doble jati / jati tidak hanya dipasang kayu lapis jati jati.
Jika kejelasan dari pemilik furnitur yang terbuat dari jati difurnishing masih diulang dengan mengubah warna atau dijual kembali pada harga yang wajar, berbeda dengan lemari dari blok jati / jati doble dalam memberikan Ulag kulit kadang-kadang mengalami kehilangan identitas dan kayu lapis saat Anda ingin menjualnya orang sangat sulit bersedia menerima. Terlepas dari ini lemari atau interior – aset tetap sebagai orangtua jati (lama) kabinet selalu tinngi atau barang lainnya – barang yang terbuat dari bahan kayu jati / jati doble.

Selasa, 06 Mei 2014

KEGUNAAN KAYU JATI

Kegunaan kayu jati

Permukaan mebel jati.
Kayu jati mengandung semacam minyak dan endapan di dalam sel-sel kayunya, sehingga dapat awet digunakan di tempat terbuka meski tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap.
Jati sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal laut, termasuk kapal-kapal VOC yang melayari samudera di abad ke-17. Juga dalam konstruksi berat seperti jembatan dan bantalan rel.
Di dalam rumah, selain dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture kayu jati digunakan pula dalam struktur bangunan. Rumah-rumah tradisional Jawa, seperti rumah joglo Jawa Tengah, menggunakan kayu jati di hampir semua bagiannya: tiang-tiang, rangka atap, hingga ke dinding-dinding berukir.
Dalam industri kayu sekarang, jati diolah menjadi venir (veneer) untuk melapisi wajah kayu lapis mahal; serta dijadikan keping-keping parket (parquet) penutup lantai. Selain itu juga diekspor ke mancanegara dalam bentuk furniture luar-rumah.
Ranting-ranting jati yang tak lagi dapat dimanfaatkan untuk mebel, dimanfaatkan sebagai kayu bakar kelas satu. Kayu jati menghasilkan panas yang tinggi, sehingga dulu digunakan sebagai bahan bakar lokomotif uap.
Sebagian besar kebutuhan kayu jati dunia dipasok oleh Indonesia dan Myanmar.

Fungsi ekonomis hutan jati jawa: hasil hutan kayu

Sebagai jenis hutan paling luas di Pulau Jawa, hutan jati memiliki nilai ekonomis, ekologis, dan sosial yang penting.
Kayu jati jawa telah dimanfaatkan sejak zaman Kerajaan Majapahit. Jati terutama dipakai untuk membangun rumah dan alat pertanian. Sampai dengan masa Perang Dunia Kedua, orang Jawa pada umumnya hanya mengenal kayu jati sebagai bahan bangunan. Kayu-kayu bukan jati disebut ‘kayu tahun’. Artinya, kayu yang keawetannya untuk beberapa tahun saja.
Selain itu, jati digunakan dalam membangun kapal-kapal niaga dan kapal-kapal perang. Beberapa daerah yang berdekatan dengan hutan jati di pantai utara Jawa pun pernah menjadi pusat galangan kapal, seperti Tegal, Juwana, Tuban, dan Pasuruan. Namun, galang kapal terbesar dan paling kenal berada di Jepara dan Rembang, sebagaimana dicatat oleh petualang Tomé Pires pada awal abad ke-16.
VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie, Kompeni Hindia Timur Belanda) bahkan sedemikian tertarik pada “emas hijau” ini hingga berkeras mendirikan loji pertama mereka di Pulau Jawa —tepatnya di Jepara— pada 1651. VOC juga memperjuangkan izin berdagang jati melalui Semarang, Jepara, dan Surabaya. Ini karena mereka menganggap perdagangan jati akan jauh lebih menguntungkan daripada perdagangan rempah-rempah dunia yang saat itu sedang mencapai puncak keemasannya.
Di pertengahan abad ke-18, VOC telah mampu menebang jati secara lebih modern. Dan, sebagai imbalan bantuan militer mereka kepada Kerajaan Mataram di awal abad ke-19, VOC juga diberikan izin untuk menebang lahan hutan jati yang luas.
VOC lantas mewajibkan para pemuka bumiputera untuk menyerahkan kayu jati kepada VOC dalam jumlah tertentu yang besar. Melalui sistem blandong, para pemuka bumiputera ini membebankan penebangan kepada rakyat di sekitar hutan. Sebagai imbalannya, rakyat dibebaskan dari kewajiban pajak lain. Jadi, sistem blandong tersebut merupakan sebentuk kerja paksa.
VOC kemudian memboyong pulang gelondongan jati jawa ke Amsterdam dan Rotterdam. Kedua kota pelabuhan terakhir ini pun berkembang menjadi pusat-pusat industri kapal kelas dunia.
Di pantai utara Jawa sendiri, galangan-galangan kapal Jepara dan Rembang tetap sibuk hingga pertengahan abad ke-19. Mereka gulung tikar hanya setelah banyak pengusaha perkapalan keturunan Arab lebih memilih tinggal di Surabaya. Lagipula, saat itu kapal lebih banyak dibuat dari logam dan tidak banyak bergantung pada bahan kayu.
Namun, pascakemerdekaan negeri ini, jati jawa masih sangat menguntungkan. Produksi jati selama periode emas 1984-1988 mencapai 800.000 m3/tahun. Ekspor kayu gelondongan jati pada 1989 mencapai 46.000 m3, dengan harga jual dasar 640 USD/m3.
Pada 1990, ekspor gelondongan jati dilarang oleh pemerintah karena kebutuhan industri kehutanan di dalam negeri yang melonjak. Sekalipun demikian, Perhutani mencatat bahwa sekitar 80% pendapatan mereka dari penjualan semua jenis kayu pada 1999 berasal dari penjualan gelondongan jati di dalam negeri. Pada masa yang sama, sekitar 89% pendapatan Perhutani dari ekspor produk kayu berasal dari produk-produk jati, terutama yang berbentuk garden furniture (mebel taman).

Minggu, 04 Mei 2014

MENGENAL KAYU JATI

Mengenal Karakteristik dan Klasifikasi Pohon Jati

Pohon Jati merupakan jenis pohon penghasil kayu yang bermutu tinggi. Pohon besar, berbatang lurus, bisa tumbuh hingga mencapai tinggi 30-40 m. Daunya besar, akan tetapi akan gugur atau rontok di musim kemarau.
 Pohon Jati dikenal dunia dengan nama teak (bhs inggris). Nama ini datang dari kata thekku didalam bhs malayalam, bhs di negara bagian kerala yang ada di india selatan. Nama ilmiah jati yaitu Tectona Grandis L.F.
Pohon Jati bisa tumbuh di tempat dengan curah hujan 1 500 – 2 000 mm/tahun serta suhu 27 – 36 °c baik di dataran rendah ataupun dataran tinggi. Area yang sangat baik untuk perkembangan jati yaitu tanah dengan ph 4. 5 – 7 serta tidak dibanjiri dengan air. Jati mempunyai daun berupa elips yang lebar serta bisa meraih 30 – 60 cm waktu dewasa.

Pohon Jati mempunyai perkembangan yang lambat dengan Germinasi rendah (umumnya kurang dari 50%) yang membuat sistem propagasi dengan alami jadi sulit hingga kurang untuk menutupi permintaan akan kayu jati. Jati umumnya diproduksi dengan konvensional gunakan biji. Walau demikian produksi bibit dengan jumlah besar kurun waktu spesifik jadi terbatas dikarenakan ada susunan luar biji yang keras. Sebagian alternatif sudah dikerjakan untuk menangani susunan ini layaknya merendam biji didalam air, memanaskan biji dengan api kecil atau pasir panas, dan memberikan asam, basa, atau bakteri. Walau demikian alternatif tersebut tetap belum maksimal untuk membuahkan jati kurun waktu yang cepat serta jumlah yang banyak.
Biasanya, jati yang tengah didalam sistem pembibitan rawan pada sebagian penyakit diantaranya Leaf Spot Disease yang dikarenakan oleh Phomopsis sp., Colletotrichum Gloeosporioides, dan Alternaria Sp., Serta Curvularia Sp., Leaf Rust yang dikarenakan oleh Olivea Tectonea, Serta Powdery Mildew yang dikarenakan oleh Uncinula Tectonae. Phomopsis sp. Adalah penginfeksi yang sangat banyak, tercatat 95% bibit terkena infeksi pada th. 1993-1994. Infeksi tersebut berlangsung pada bibit yang berusia 2 – 8 bln.. Cii-ciri dari infeksi ini yaitu ada necrosis berwarna coklat muda pada tepi daun yang lantas dengan bertahap menyebar ke pelepah, infeksi lantas menyebar ke sisi atas daun, petiol, serta ujung batang yang menyebabkan sisi daun dari batang tersebut alami kekeringan. Bila tidak disadari serta tidak dikontrol, infeksi dari Phomopsis Sp. Dapat menyebar hingga ke semua bibit hingga sistem penanaman jati tidak dapat dilaksanakan.Habitus atau Karakteristik Pohon Jati
Pohon besar dengan batang yang bulat dan lurus, serta tinggi keseluruhan mampu mencapai 40 m. Batang bebas cabang ( clear bole ) bisa mencapao 18 hingga 20 m. Pada hutan-hutan alam yang tidak terkelola ada juga individu jati yang berbatang bengkok-bengkok. Sesaat varian jati blimbing mempunyai batang yang berlekuk atau beralur didalam ; serta jati pring (bahasa jawa, bambu ) terlihat seolah berbuku-buku layaknya bambu. Kulit batang coklat kuning keabu-abuan, terpecah-pecah dangkal didalam alur memanjang batang. Serta kerapkali penduduk indonesia salah mengartikan jati dengan tanaman jabon( antocephalus cadamba ) walau sebenarnya mereka dari type yang tidak sama.
Buah Pohon Jati
Pohon jati (Tectona Grandis sp.) Bisa tumbuh meraksasa sepanjang beberapa ratus th. Dengan ketinggian 40-45 mtr. Serta diameter 1, 8-2, 4 mtr.. Tetapi, pohon jati rata-rata meraih ketinggian 9 hingga 11 meter, dengan diameter 0, 9-1, 5 mtr..
Pohon jati yang mana dianggap baik yaitu pohon yang bergaris lingkar besar, berbatang lurus, serta sedikit cabangnya. Kayu jati paling baik umumnya datang dari pohon yang berusia kian lebihpada 80 th..
Daun biasanya besar, bulat telur terbalik, berhadapan, dengan tangkai yang amat pendek. Daun pada anakan pohon berukuran besar, lebih kurang 60-70 cm × 80-100 cm ; namun pada pohon tua berkurang jadi lebih kurang 15 × 20 cm. Berbulu halus serta memiliki rambut kelenjar di permukaan bawahnya. Daun yang muda berwarna kemerahan serta mengeluarkan getah berwarna merah darah jika diremas. Ranting yang muda berpenampang sisi empat, serta berbonggol di buku-bukunya.
Bunga majemuk terdapat didalam malai besar, 40 cm × 40 cm atau semakin besar, diisi beberapa ratus kuntum bunga tersusun didalam anak payung menggarpu serta terdapat di ujung ranting ; jauh di puncak tajuk pohon. Taju mahkota 6 hingga 7 buah, warnanya agak keputih-putihan, dan berukuran sekitar 8 mm. Berumah satu.
Buah berupa bulat agak gepeng, 0, 5 – 2, 5 cm, memiliki rambut kasar dengan inti tidak tipis, berbiji 2-4, namun biasanya cuma satu yang akan tumbuh. Buah akan tersungkup oleh perbesaran kelopak bunga yang bentuknya melembung seperti balon kecil. Nilai rf yang dimiliki oleh daun jati yaitu sebesar 0, 58-0, 63.

Klasifikasi Ilmiah Pohon Jati

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Lamiales
Famili: Lamiaceae
Genus: Tectona
Spesies: T. grandis
Nama binomial
Tectona grandis Linn. f.